Senin, 12 Februari 2018

Etika Pergaulan Sampaumur Muslim Dan Muslimah

Remaja muslim atau muslimah yakni satu identitas yang menempel pada seseorang yang berusia menginjak sampaumur menuju kematangan yang selalu mencari jati diri yang sebenarnya. Pergaulan remaja umumnya selalu mencari dan menemukan sesuatu yang baru. Di masa itu ketika dimana secara fisik tumbuh pada dirinya sesuatu yang asalnya belum ada, hormon biologis; ibarat jangut, suara, fisik, dan anggota tubuh lainnya mengalami perubahan.

Seorang remaja muslim ataupun muslimah selayaknya menjadikan masa tersebut sebagai usia keemasan “Golden Age”, dimana potensi diri insan (fitrah) yang telah dianugrahkan oleh Tuhan SWT harus dioptimalkan dengan baik sebagai bentuk "Syukur". Tiga potensi utama tersebut yakni : Pendengaran, Penglihatan dan Hati (akal dan fikiran).

Karakter seorang remaja memang tidak sanggup dan tidak akan seragam, apalagi remaja yang hidup di pergaulan luar selalu mendapat jawaban yang beraneka ragam. Sayangnya, kini ini kesan yang ada dalam benak masyarakat justru cenderung kebanyakan negatif. Dimulai dari perkelahian antar pelajar, pergaulan bebas, kebut-kebutan, tindakan kriminal ibarat pencurian dan perampasan barang orang lain, pengedaran dan pesta obat-obat terlarang, bahkan yang kini lagi heboh yakni efek pergaulan bebas yang semakin mengkhawatirkan.

Media gosip dan Komunikasi di zaman kini ini semakin merambah dengan cepat. Maraknya kemaksiatan yang bersifat tontonan ibarat film, foto-foto di Internet sudah tidak sanggup tertahan lagi. Sampai sumber kemaksiatan tersebut ada di setiap tempat, belum lagi media cetak yang demikian bebas mengumbar gosip sensual dan kemesuman

Satu persoalan yang perlu mendapat perhatian serius yakni bebasnya relasi antar jenis diantara perjaka yang nantinya menjadi tonggak pembaharuan. Islam sangat memperhatikan persoalan ini dan banyak menunjukkan rambu-rambu untuk sanggup berhati-hati dalam melewati masa muda. Suatu masa yang akan ditanya Tuhan di hari final zaman diantara empat masa kehidupan di dunia ini.

Islam telah mengatur etika pergaulan remaja muslim dan muslimah. Perilaku tersebut merupakan batasan-batasan yang dilandasi nilai-nilai agama. Oleh alasannya yakni itu sikap tersebut harus diperhatikan, dipelihara, dan dilaksanakan oleh para remaja. Perilaku yang menjadi batasan dalam pergaulan yakni :

1. Menutup Aurat
Islam telah mewajibkan pria dan perempuan untuk menutup aurat demi menjaga kehormatan diri dan kebersihan hati. Aurot merupakan anggota tubuh yang harus ditutupi dan tidak boleh diperlihatkan kepada orang yang bukan mahramnya terutama kepada lawan jenis semoga tidak boleh kepada jenis semoga tidak membangkitkan nafsu birahi serta mengakibatkan fitnah.
Aurat pria yaitu anggota tubuh antara pusar dan lutut sedangkan aurat bagi perempuan yaitu seluruh anggota tubuh kecuali muka dan kedua telapak tangan.
Di samping aurat, Pakaian yang di kenakan tidak boleh ketat sehingga memperhatikan lekuk anggota tubuh, dan juga tidak boleh transparan atau tipis sehingga tembus pandang.

2. Menjauhi perbuatan zina Pergaulan antara pria dengan perempuan di perbolehkan hingga pada batas tidak membuka peluang terjadinya perbuatan dosa. Islam yakni agama yang menjaga kesucian, pergaulan di dalam islam yakni pergaulan yang dilandasi oleh nilai-nilai kesucian. Dalam pergaulan dengan lawan jenis harus dijaga jarak sehingga tidak ada kesempatan terjadinya kejahatan yang pada gilirannya akan merusak bagi pelaku maupun bagi masyarakat umum. Dalam Al-Qur’an Tuhan berfirman dalam Surat Al-Isra’ ayat 32:

ولا تقربوا الزنى إنه كان فحشة وساء سبيلا
“Dan janganlah kau mendekati zina, Sesungguhnya zina itu yakni suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk”
Beberapa konsep dasar dalam Islam yang secara pribadi atau tidak, ada kaitannya dengan pergaulan. Beberapa konsep tersebut yakni sebagai berikut:
Laki-laki tidak boleh berdua-duaan dengan perempuan yang bukan mahramnya. Jika pria dan perempuan di kawasan sepi maka yang ketiga yakni syetan, mula-mula saling berpandangan, kemudian berpegangan, dan karenanya menjurus pada perzinaan, itu semua yakni bujuk rayu syetan.
Laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim tidak boleh bersentuhan secara fisik. Saling bersentuhan yang dihentikan dalam Islam yakni sentuhan yang disengaja dan disertai nafsu birahi.

3. Menundukkan pandangan, tidak melihat aurat orang lain, dan memelihara kemaluan dari berzina 
(lihat QS. An‑Nuur 30).
قل للمؤمنين يغضوا من أبصارهم ويحعظوا فروجهم ذلك أزكى لهم إن الله خبير بما يصنعون
4. Baik pria maupun perempuan harus betul-betul bertaqwa kepada Tuhan SWT (lihat QS. An‑Nisa 9 dan Al‑Ahzab 55).
فليتقوا الله وليقولوا قولا سديدا
واتقين الله إن الله كان على كل شيء شهيد

5. Menjauhkan diri dari tempat-tempat yang syubhat (yang mewaspadai status hukumnya), semoga tidak jatuh dalam kemaksiyatan, ibarat tercantum dalam banyak hadits.

Untuk mereka yang belum sanggup nikah harus selalu memelihara diri dari perbuatan dosa (lihat QS. An‑Nuur 33).
وليستعفف الذين لا يجدون نكاحا حتى يغنيهم الله من فضله

6. Tidak melaksanakan Khalwat, yaitu bersepi-sepian (berduaan saja) antara seorang pria dan seorang wanita. Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad “Tidak boleh seorang pria berkhalwat dengan seorang wanita, kecuali disertai muhrim si perempuan itu !”.

من كان يؤمن بالله واليوم الأخر فلا يخلون بامراة ليس معها ذو محرم منها فإن ثالثهما الشيطان -رواه أحمد-
7. Tidak mendekati zina (lihat QS. Al‑Isra 32).
ولا تقربوا الزنى إنه كان فحشة وساء سبيلا
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa ayat ini merupakan larangan Tuhan SWT pada hamba‑Nya dari melaksanakan zina, hal-hal yang mendekatkan pada zina, melaksanakan perbuatan pendahuluan zina dan propaganda untuk berzina (Tafsir Ibnu Katsir, III, hal. 50). Larangan ini berarti meliputi larangan saling berpandangan dengan syahwat, berduaan, bergandengan tangan, mencium, mojok, dan saling merayu antara lain jenis yang bukan suami istri.

8. Tidak bersuara mendesah yang merangsang (lihat QS. Al‑Ahzab 32).
يا نساء النبى لستن كأحد من النساء إن اتقيتن, فلا تخضعن بالقول فيطمع الذين فى قلبه مرض وقلن قولا معروفا

9. Islam membolehkan pria dan perempuan bukan muhrim (orang yang haram dikawini) berkumpul dan berinteraksi di tempat-tempat umum, ibarat jalan, masjid, kebun-kebun umum (tempat rekreasi) dan lain-lain untuk tujuan yang diperbolehkan syara’ dan memang memerlukan interaksi, contohnya shalat berjama’ah (di masjid), menunaikan ibadah haji dan sebagainya. Sedangkan di tempat-tempat khusus, ibarat rumah pribadi, kendaraan beroda empat pribadi dan lain-lain Islam mengharamkan.

Tata Cara Pergaulan Remaja
Semua agama dan tradisi telah mengatur tata cara pergaulan remaja. Ajaran Islam sebagai pedoman hidup umatnya, juga telah mengatur tata cara pergaulan remaja yang dilandasi nilai-nilai agama. Tata cara itu meliputi :

a. Mengucapkan Salam
Ucapan salam ketika bertemu dengan sahabat atau orang lain sesama muslim, ucapan salam yakni do’a. Berarti dengan ucapan salam kita telah mendoakan sahabat tersebut.

b. Meminta Izin
Meminta izin di sini dalam artian kita tidak boleh meremehkan hak-hak atau milik sahabat apabila kita hendak memakai barang milik sahabat maka kita harus meminta izin terlebih dahulu

c. Menghormati orang yang lebih bau tanah dan mencintai yang lebih muda
Remaja sebagai orang yang lebih muda sebaiknya menghormati yang lebih bau tanah dan mengambil pelajaran dari hidup mereka. Selain itu, remaja juga harus mencintai kepada adik yang lebih muda darinya, dan yang paling penting yakni menunjukkan tuntunan dan bimbingan kepada mereka ke jalan yang benar dan penuh kasih sayang.

d. Bersikap santun dan tidak sombong
Dalam bergaul, pengutamaan sikap yang baik sangat ditekankan semoga sahabat sanggup merasa nyaman berteman dengan kita. Kemudian sikap dasar remaja yang biasanya ingin terlihat lebih dari temannya sungguh tidak diterapkan dalam islam bahkan sombong merupakan sifat tercela yang dibenci Allah.

e. Berbicara dengan perkataan yang sopan
Islam mengajarkan bahwa bila kita berkata, utamakanlah perkataan yang bermanfaat, dengan bunyi yang lembut, dengan gaya yang masuk akal .

f. Tidak boleh saling menghina
Menghina / mengumpat hukumnya dihentikan dalam islam sehingga dalam pergaulan sebaiknya hindari saling menghina di antara teman.

g. Tak boleh saling membenci dan iri hati
Rasa iri akan berdampak sanggup berubah menjadi kebencian yang pada karenanya mengakibatkan putusnya relasi baik di antara teman. Iri hati merupakan penyakit hati yang menciptakan hati kita sanggup mencicipi ketenangan serta merupakan sifat tercela baik di hadapan Tuhan dan manusia.

h. Mengisi waktu luang dengan acara yang bermanfaat
Masa remaja sebaiknya dipergunakan untuk kegiatan-kegiatan yang faktual dan bermanfaat remaja harus membagi waktunya efisien mungkin, dengan cara membagi waktu menjadi 3 bab yaitu : sepertiga untuk beribadah kepada Allah, sepertiga untuk dirinya dan sepertiga lagi untuk orang lain.

i. Mengajak untuk berbuat kebaikan
Orang yang memberi petunjuk kepada sahabat ke jalan yang benar akan mendapat pahala ibarat sahabat yang melaksanakan kebaikan itu, dan usul untuk berbuat kebajikan merupakan suatu bentuk kasih sayang terhadap teman.

Demikian beberapa tata cara pergaulan remaja yang dilandasi nilai-nilai moral dan aliran islam. Tata cara tersebut hendaknya dijadikan pedoman bagi remaja dalam bergaul dengan teman-temannya.Mudah-mudahan ini sanggup kita jadikan renungan atau muhasabah.

Disampaikan dalam program TOP (Ta'aruf dan Orientasi Pesantren) di Pesantren Persis Benda. Jul 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar